Depan » Pemerintahan

Klarifikasi Berita Radar Madiun: “Ngawi Butuh Pemimpin yang punya Gaya Entrepreneurship” 6 Nopember 2009

13 November 2009 0 tanggapan Cetak Berita Ini Cetak Berita Ini Kirim Via Email Kirim Via Email

Lambang_NgawiMenanggapi tulisan General Manager Radar Madiun Jumat, 6 Nopember 2009, Judul: Ngawi Butuh Pemimpin yang Punya Gaya Entrepreneurship, yang belum didukung dengan data yang akurat dan telah membentuk pendapat umum negatif dari sebuah proses perjalanan panjang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Ngawi. Kiranya perlu kami informasikan beberapa data hasil pelaksanaan pembangunan sebagai alat analisa, bahan klarifikasi dan keseimbangan berita, untuk dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi sebagai institusi resmi pengemban amanat demokrasi dan otonomi daerah di Kabupaten Ngawi. Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang ideal di Kabupaten Ngawi , pemerintah telah berupaya dengan menggerakkan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki baik sumberdaya manusia, sumberdaya alam maupun sumberdaya buatan/cipta. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sumber daya tersebut telah diidentifikasi sedemikian rupa dan diformulasikan dalam prioritas kebijakan pembangunan daerah, yang tertuang didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2006-2010. RPJMD tersebut memuat dimensi pembangunan yang cakupannya begitu luas, dituangkan dalam 11 fungsi pemerintahan, lebih teknis dirinci kedalam 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan yang kemudian dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan melalui lembaga teknis dan lembaga penunjang satuan kerja perangkat daerah. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Ngawi mengalami pergerakan ke arah pertumbuhan positif, hal ini tercermin dari meningkatnya total PDRB setiap tahunnya. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto menurut lapangan usaha pada tahun 2004 : 3.03 %; tahun 2005 : 4.35 %; tahun 2006 4,53 % tahun 2007:5,21 %. Selain itu, untuk melihat sebuah capain pembangunan dapat pula dilihat dari perkembangan Indek Pembangunan Manusianya (IPM) yang merupakan akumulasi dari indikator harapan hidup (indeks kesehatan), rata-rata lama pendidikan dan melek huruf (indek pendidikan) serta parietas daya beli masyarakat (ekonomi). Sejak tahun 1996 sampai 2008 IPM Kabupaten Ngawi menunjukkan angka kemajuan/peningkatan sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Ngawi Tahun 1996-2008

tabel 1

Sumber : BPS Jatim untuk tahun 1996, 1999, 2004, 2005 Unair untuk tahun 2002, 2006, 2008

Selanjutnya penentu besaran IPM tersebut diatas dapat dilihat lebih rinci melalui indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli sebagai berikut:

Indeks Pendidikan Kabupaten Ngawi Tahun 1996-2008

tabel2

Sumber : BPS Jatim untuk tahun 1996, 1999, 2004, 2005 Unair untuk tahun 2002, 2006, 2008 Indeks pendidikan Kabupaten Ngawi Tahun 2008 adalah sebesar 71,4. Indeks sebesar ini sebenarnya lebih tinggi dari rata-rata indeks pendidikan Propinsi Jawa Timur yaitu di tahun 2004 saja sudah menunjukkan angka indeks 70,92. Namun demikian indeks pendidikan Kabupaten Ngawi ini sudah lebih baik daripada pencapaian indeks tahun-tahun sebelumnya, yaitu 71,26 tahun 2006; 68,16 tahun 2005 dan 66,46 tahun 2004.

Daya Beli Masyarakat Kabupaten Ngawi Tahun 1996-2008

tabel3

Sumber : BPS Jatim untuk tahun 1996, 1999, 2004, 2005 Unair untuk tahun 2002, 2006, 2008

Daya beli masyarakat di Kabupaten Ngawi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan nilai pendapatan dan pengeluaran perkapita penduduk dan inflasi mata uang rupiah. Dari gambar menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kabupaten Ngawi tahun 2008 sebesar Rp.1.964.681 perkapita per tahun lebih tinggi daripada daya beli masyarakat tahun-tahun sebelumnya. Apakah ini mencerminkan peningkatan pendapatan dan pengeluaran? Tentu saja jawabnya : Ya. Namun perlu diingat bahwa peningkatan ini diperhitungkan juga nilai inflasi nilai mata uang rupiah. Untuk melihat apakah daya beli masyarakat Ngawi sudah tinggi atau belum dapat dibandingkan dengan rata-rata Propinsi Jawa Timur. Daya beli masyarakat di Propinsi Jawa Timur yang diukur berdasarkan pengeluaran perkapita per tahun menunjukkan bahwa angka rata-rata daya beli masyarakat di Propinsi Jawa Timur tahun 2004 sebesar Rp. 1.756.211. Pada tahun sama daya beli masyarakat Kabupaten Ngawi sebesar Rp. 1.775.308. Dengan demikian daya beli masyarakat Kabupaten Ngawi sudah lebih baik daripada rata-rata daya beli masyarakat Propinsi Jawa Timur. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan , karena dengan terbangunya infrastrutkur maka akan menunjang kelancaran lalulintas sosial dan ekonomi masyarakat. Hasil pembangunan infrastruktur antara lain: pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas Rawat Inap, Pustu, Sekolah Menengah Kejuruan ditiap kecamatan, Ruang Kelas Baru, Balai Pusat Pertanian terpadu (BPPT), Resi Gudang, Lumbung Pangan, Balai Benih Ikan, Balai Pembibitan Ternak, Balai Latihan Kerja (BLK), Pasar-pasar kabupaten, Pasar-pasar desa, Ringroad Kabupaten Ngawi (Dana Hibah Bank Dunia melalui APBN satusatunya di Jawa Timur, 1 diantara 4 di Indonesia yang menelan dana mencapai 96 milyar); Jalan poros kabupaten, Jalan lintas desa, Jembatan, Embung, Sumur dalam, dan lain sebagainya, yang didanai baik dari APBD Kabupaten Ngawi, APBD Propinsi maupun dari APBN. Investasi/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)/Penanaman Modal Asing (PMA) dan Non PMDN/PMA telah masuk di Kabupaten Ngawi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Meliputi:

  1. 1. Nama : PT Ngawi Kertosono Jaya; Negara: Australia: Alamat: Ratu Parabu Building 2,2-4 Floor, Jl. Tb. Simatupang 1B, Cilandak Timur, Pasar Minggu , Jakarta Selatan; Surat Persetujuan:97/I/PMA/2009, 30 januari 2009; Bidang Usaha Toll Road Building; Produksi Toll Road:.87.000 M; investasi: 298.000 us dolar.
  2. Nama: PT. Padi Unggul Indonesia; Negara: Australia; Alamat Ratu Plaza Building 14 Floor, Jl. Jendral sudirman, Jakarta Pusat 1072; Surat persetujuan: 990/I/PMA/2007, 1 Agustus 2007 dan 733/III/PMA/2008, 5 Mei 2008; Bidang Usaha: Procesing Rice Industry; Produksi: Rice: 120.000 ton, Bekatul: 15.000 Ton; Rice Floor 6000 ton; Investasi: 10.000 us dolar
  3. Non PMDN/PMA : 5 tahun terakhir th. 2004: 236 perusahaan, total investasi mencapai Rp.18.185.000.000; (menyerap tenaga kerja :1012 org.) th.2005: 214 perusahaan, total investasi mencapai Rp. 19.722.000.000 (menyerap tenaga kerja 1.084 org.); th 2006: 434 perusahaan. total investasi mencapai Rp. 95.042.980.000(menyerap tenaga kerja 2.292 org); th.2007:399 perus total investasi mencapai: Rp. 95.358.997.000 (menyerap tenaga kerja 3.851 org.): th.2008: 508 perusahaan menyerap tenaga kerja Rp. 75.278.879.000 (menyerap tenaga kerja 2.685 org.); Th. 2009 trw:III:642 perusahaan: total investasi mencapai Rp. 76.026.774.800 (menyerap tenaga kerja 2735 org.).

Dengan adanya investasi tersebut tentu diperlukan sistem pengawasan dan pengendalaian yang baik, guna tetap mengarahkan tujuan masuknya investasi yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngawi. Sistem pembangunan ekonomi yang mengoptimalkan pengembangan potensi sumberdaya daerah akan mendorong capaian pembangunan manusia secara signifikan di Kabupaten Ngawi. Kiranya hal ini sejalan dengan konsep reinventing government (kewirausahaan birokrasi) yaitu kemampuan birokrasi untuk menggerakkan sumberdaya yang dimiliki bagi peningkatan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkesinambungan.. Semoga hal ini menjadi momen positif menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 4 Tahun 2009 tentang Transparansi dan Partisipasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dalam hal ini menuntut semua pihak semakin profesional dalam mengambil peran pada tugas dan fungsinya masing-masing dan melakukan kerjasama yang efektif dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Ngawi.

Kirimkan tanggapan anda mengenai berita ini!

Anda harus login untuk mengirim tanggapan.